INISIATIF CEMERLANG, PARITPUN JADI PEMANCINGAN DADAKAN, GUNA WUJUDKAN KERUKUNAN DAN KEBERSAMAAN.

Bagi sebagian orang, memancing adalah hal yang sangat membosankan. Tapi tidak bagi yang punya hobi satu ini. Dalam hal ini, salah satu kegiatan yang paling digemari dalam hal memancing adalah fish on atau biasa disebut umpan disambar ikan, karena lantaran terbukti memberikan sensasi luar biasa.

Untuk menghilangkan penat dari rutinitas pekerjaan sehari-hari, warga minggirsari berinisiatif dan bergerak untuk membentuk pemancingan kecil didukuh 1 pada Sabtu malam, (28/03/21). Hal ini merupakan suatu bentuk kreativitas warga sekitar dalam upaya kelestarian sumber mata air di Desa Minggirsari.

Acara ini sudah dilakukan seperti rutinan setiap Sabtu malam, dari pukul 19.00-04.00 WIB, tak hanya untuk mereka yang hobi memancing namun acara ini juga di kunjungi warga sekitar. Warga mulai berinisiatif membentuk kolam kecil di parit (saluran perairan sawah) yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa,

“Ya niatnya memang untuk hiburan orang desa, pada jenuh memikirkan pandemi ini la akhirnya muncul lah ide mancing mania di area selokan sawah. Setiap minggu peserta nya terus bertambah bahkan sampai dari luar Desa Minggirsari pun berbondong-bondong ke kolam pemancingan got atau parit sawah tiap malam minggu, lebih dari 50 kg ikan lele yang disiapkan oleh panitia,” ujar Kabianto, anggota LPMD Minggirsari.

Berawal dari inisiatif warga setempat, kini rutinan memancing tiap Sabtu malam ini mulai di kenali dan di datangi dari warga luar Desa Minggirsari. Suyono selaku ketua RT 02 RW 01, menuturkan kegiatan tersebut sudah yang keempat kali diadakan dengan tujuan selain untuk menghilangkan penat juga sebagai sarana memperkenalkan Desa Minggirsari.

“Tidak ada tiket masuk kalau mau memancing disini, namun di awal perkeluarga di kenai biaya seikhlasnya untuk membeli ikan lele yang hendak dipancing” tutur Samsuni, Kamituwo Minggirsari 1.

Tak hanya seru-seruan memancing, beberapa warga juga mulai membuka usaha di sekitar seperti warkop keliling, kuliner cenil, ampok, dll. Upaya tersebut juga sebagai wujud pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian desa dan mewujudkan kerukunan serta kebersamaan masyarakat Desa Minggirsari. Acara juga semakin meriah lantaran di hadiri dari semua kalangan, mulai anak-anak hingga dewasa.

      

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *