Sejarah Desa
    Sejarah Desa Minggirsari
Pada umumnya setiap desa atau daerah memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan ciri khas dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah sering kali dikaitkan dalam dongeng-dongeng yang diwariskan dari generasi yang tua ke generasi yang lebih muda dan bahkan sejarah desa atau daerah diceritakan dari mulut kemulut sehingga sulit untuk dibuktikan, dan tidak jarang  dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang dianggap sakral dan keramat. Sejarah Desa Minggirsari  memiliki latar belakang sebagaimana kisah tersebut diatas dan tertuang dalam kisah-kisah sebagai berikut:
Gambaran Umum Asal-usul Desa Minggirsari
            Desa Minggirsari terdiri dari tiga Dusun yaitu : Dusun Karang Kendal, Brintik dan Ngrempak,. Dusun Brintik dan Dusun Karang Kendal dulu menjadi satu kesatuan Desa dengan nama Desa Minggirsari tan sedangkan Dusun Ngrempak berdiri Desa sendiri dengan nama Desa Minggirsari Kulon.
Setelah sekitar Tahun 1923 Dua Desa ini bergabung menjadi satu dengan Nama Desa Minggirsari yang dipimpin oleh sorang Lurah namanya KARTO SENTONO.
Adapun Dua Dusun yaitu Dusun Brintik dan Dusun Ngrempak mempunyai sejarah sendiri-sendiri ;
    Dusun Brintik.
    Ketika Pasukan Pangeran Diponegoro terdesak oleh kompeni Belanda,maka semua prajurit di himbau untuk pergi meninggalkan tempat dan melakukan penyamaran. Maka larilah dua orang prajurit kearag timur menuju ke Blitar. Dua orang tersebut bernama Bahu setiko dan Bahu Yudho. Setelah sampai ke Blitar maka merka berdua istirahat di Pinggir Sungai Brantas tepatnya di sebelah selatan Sungai. Sesaat setelah beristirahat dilihatlah di Utara Sungai api yang membakar belukar.setelah ditunggu lama sambil istirahat, api nan tak kunjung padam justru malah semakin membara (mbrentek-jawa). Maka setelah beliau menempati daerah tersebut, Dusun tersebut di namai Dusun Mbrintik yang berasal dari kata Mbrentek .
       Dusun Ngrempak.
       Setelah istirahat sejenah di Dusun Brintik maka mereka berdua brjalan karah barat dan terlihatlah banyak sekali pohon Apak, Sehingga Dusun tersbut diberi nama dusun Ngrempak.
         Kepala Desa yang pernah menjabat di Desa Minggirsari
NO NAMA KADES TAHUN KET
1. KARTO SENTONO 1923 – 1943 (ALM)
2. SASTRO PAWIRO MUDJI 1943 – 1951 (ALM)
3. MARTADHI 1951 – 1977 (ALM)
4. K A S A N I 1977 – 1989 (ALM)
5. H. MOHAMAD DUCHA 1989 – 1997
6. Drs. IMAM BASHORI 1997 – 2006
7. Drs. MASKUR HADI 2006 – 2007 (PJ)
8. Drs. SAEKHONI 2007 – 2019 (2 Periode)
9. EKO HARIADI 2019 – 2025 (Saat Ini)
      Tokoh Yang Berpengaruh Terhadap Kemajuan Desa
NO NAMA TOKOH RT RW TAHUN DARI UNSUR
1 Sarjuni (Alm) RT003 RW001 1930-2005 Petani
2 Imam Maksum (Alm) RT001 RW005 1950-1977 Agama
3 H. Noensiha (Alm) RT001 RW005 1970-1997 Agama
4 Imam Mukarim (Alm) RT001 RW005 1970-1980 Agama
5 Mahali RT002 RW001 1950-1985 Agama
6 Imam Kamali RT001 RW003 1945-1985 Agama
7 Moh. Sholeh RT004 RW005 1960-1985 Agama
8 Dzanuri RT002 RW005 1955-1990 Agama
9 Im. Mukayat RT004 RW005 1955-1990 Petani
10 Marmin RT001 RW002 1970-2002 Seni
11 Mukiyat RT002 RW001 1980-2002 LMD
12 Drs. Hartono RT001 RW004 1980-sekarang LPPD
13 Moh Ducha RT001 RW005 1980-sekarang Agama
14 H. Mudaim RT002 RW005 1985-sekarang Agama
15 Sukari RT001 RW002 1985-sekarang LPPD
16 Ali Mochtar RT001 RW005 1987-sekarang Agama
17 Mishab (Alm) RT001 RW004 1990-1996 Agama
18 M. Siswanto RT002 RW001 1990-sekarang Petani
19 Budiono RT002 RW001 1990-sekarang Ketua Hippa
Pada awal berdirinya Desa terdiri dari 3 dusun
NO    NAMA DUSUN                 NAMA KASUN
1          Karang Kendal                 SAMSUNI
2          Mbrintik                              SUCIPTO
3          Ngrempak                          SAMUJI
Demografi
             Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2019, jumlah penduduk Desa Minggirsari adalah terdiri dari 1.184 KK, dengan jumlah total  3.935 jiwa, dengan rincian laki-laki 1.996 dan perempuan 1.939 jiwa
Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
UMUR Laki-Laki Perempuan Jumlah
00 – 04 TAHUN 106 94 200
05 – 09 TAHUN 134 131 265
10 – 14 TAHUN 160 156 316
15 – 19 TAHUN 139 134 273
20 – 24 TAHUN 155 121 276
25 – 29 TAHUN 128 104 232
30 – 34 TAHUN 113 117 230
35 – 39 TAHUN 185 160 345
40 – 44 TAHUN 144 160 304
45 – 49 TAHUN 149 165 314
50 – 54 TAHUN 127 122 249
55 – 59 TAHUN 123 130 253
>= 60 TAHUN 333 345 678
TOTAL 1996 1939 3935
         Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif pada usia 20-49 tahun Desa Minggirsari sekitar 1.701atau hampir 43.2 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.
Tingkat kemiskinan di Desa Minggirsari termasuk tinggi. Dari jumlah 1.184 KK di atas, sejumlah 120 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera. Dan 145 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera I .
         Secara geografis Desa Minggirsari terletak pada posisi 8°08’32.8″ Lintang Selatan dan 112°10’13.3″ Bujur Timur dengan Kordinat Maps Google 8°08’32.8″S 112°10’13.3″E atau -8.142456, 112.170356
Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 156 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Blitar tahun 2019, selama tahun 2019 curah hujan di Desa Minggirsari rata-rata mencapai 2.400 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga mencapai 405,04 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2014-2019.
          Secara administratif, Desa Minggirsari terletak di wilayah Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar dan Desa Jatinom Kecamatan Kanigoro  Kabupaten Blitar Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Plosoarang Kecamatan Sanankulon Di sisi Selatan berbatasan dengan Sungai Brantas   sedangkan di sisi timur berbatasan dengan Desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro .
           Jarak tempuh Desa Minggirsari ke ibu kota kecamatan adalah 8 km , yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar1 10 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 6 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar  15 Menit.
Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase tinggkat pendidikan Desa Minggirsari dapat dilihat pada Tabel dibawah ini
Tamatan Sekolah Masyarakat
No DESKRIPSI LAKI LAKI PEREMPUAN JUMLAH
1 TIDAK/BLM SEKOLAH 379 397 776
2 BELUM TAMAT SD/SEDERAJAT 234 202 436
3 TAMAT SD/SEDERAJAT 485 484 969
4 SLTP/SEDERAJAT 393 371 764
5 SLTA/SEDERAJAT 419 386 805
6 DIPLOMA I/II 14 14 28
7 AKADEMI/DIPLOMA III/SARJANA MUDA 11 18 29
8 DIPLOMA IV/STRATA I 58 67 125
9 STRATA-II 3 0 3
TOTAL 3935
           Dari data pada table di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk Desa Minggirsari hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.
           Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Minggirsari  tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Minggirsari baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP), sementara untuk pendidikan tingkat menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.
            Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Minggirsari yaitu melalui pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum tersedia dengan baik di Desa Minggirsari Bahkan beberapa lembaga bimbingan belajar dan pelatihan yang pernah ada tidak bisa berkembang.
Kesehatan
             Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi.          Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu mengurangi daya produktifitas masyarakat  Desa Minggirsari secara umum.
            Sedangkan data orang cacat mental dan fisik juga cukup tinggi jumlahnya. Tercatat penderita bibir sumbing berjumlah 3 orang, tuna wicara 4 orang, tuna rungu 5 orang, tuna netra 1 orang, dan lumpuh 3 orang. Data ini menunjukkan masih rendahnya kualitas hidup sehat di Desa Minggirsai.
             Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas balita. Dalam hal ini, dari jumlah 200 balita di tahun 2019, masih terdapat 1 balita bergizi buruk, 5 balita bergizi kurang dan lainnya sedang dan baik. Hal inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Minggirsari   ke depan lebih baik.
  
Keadaan Sosial
               Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Minggirsari, hal ini tergambar dalam pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pileg, pilpres, pemilukada, dan pilgub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.
              Khusus untuk pemilihan Kepala Desa Minggirsari, sebagaimana tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka yang mendapatkan  pulung  di malam pemilihan.
Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.
               Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan Kepala Desa pada tahun 2019. Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir 80%. Tercatat ada 4 kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Minggirsari seperti acara perayaan desa.
               Pada bulan April  masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan presiden secara langsung. Walaupun tingkat partisipasinya lebih rendah dari pada pilihan kepala Desa, namun hampir 70% daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah proggres demokrasi yang cukup signifikan di Desa Minggirsari.
Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.
               Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Minggirsari mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.
               Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat dipahami bahwa Desa Minggirsari  mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian masyarakat Desa Minggirsari kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.
               Budaya masyarakat Jawa sangat terasa di Desa Minggirsari Dalam hal kegiatan agama Islam misalnya, suasananya sangat dipengaruhi oleh aspek budaya dan sosial Jawa. Hal ini tergambar dari dipakainya kalender Jawa/ Islam, masih adanya budaya nyadran, slametan, tahlilan, mithoni, dan lainnya, yang semuanya merefleksikan sisi-sisi akulturasi budaya Islam dan Jawa.
               Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus tantangan baru bersama masyarakat Desa Minggirsari  Dalam rangka merespon tradisi lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan budaya di Desa Minggirsari Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri, sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.
                Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Minggirsari Isu-isu terkait tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis yang membahayakan masyarakat dan sosial.
 
Keadaan Ekonomi
                Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Minggirsari Rp. .20.000,- Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Minggirsari  dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lain.
NO PEKERJAAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
1 BELUM/TIDAK BEKERJA 468 467 935
2 MENGURUS RUMAH TANGGA 0 588 588
3 PELAJAR/MAHASISWA 317 235 552
4 PENSIUNAN 21 6 27
5 PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) 24 15 39
6 TENTARA NASIONAL INDONESIA (TNI) 9 0 9
7 KEPOLISIAN RI (POLRI) 2 0 2
8 PERDAGANGAN 47 57 104
9 PETANI/PEKEBUN 91 48 139
10 PETERNAK 21 4 25
11 NELAYAN/PERIKANAN 1 0 1
12 INDUSTRI 4 2 6
13 KONSTRUKSI 1 0 1
14 TRANSPORTASI 2 0 2
15 KARYAWAN SWASTA 233 174 407
16 KARYAWAN BUMN 8 2 10
17 KARYAWAN BUMD 1 0 1
18 KARYAWAN HONORER 3 0 3
19 BURUH HARIAN LEPAS 217 77 294
20 BURUH TANI/PERKEBUNAN 93 34 127
21 BURUH NELAYAN/PERIKANAN 0 1 1
22 BURUH PETERNAKAN 15 2 17
23 PEMBANTU RUMAH TANGGA 1 30 31
24 TUKANG BATU 109 0 109
25 TUKANG KAYU 22 0 22
26 TUKANG LAS/PANDAI BESI 6 0 6
27 TUKANG JAHIT 0 11 11
28 PENATA RAMBUT 1 1 2
29 MEKANIK 2 0 2
30 IMAM MASJID 1 0 1
31 GURU 12 33 45
32 ARSITEK 1 0 1
33 BIDAN 0 3 3
34 PERAWAT 2 4 6
35 APOTEKER 0 1 1
36 PELAUT 1 0 1
37 SOPIR 25 0 25
38 PEDAGANG 87 58 145
39 PERANGKAT DESA 3 0 3
40 KEPALA DESA 1 0 1
41 WIRASWASTA 144 86 230
 
KONDISI PEMERINTAHAN DESA
PEMBAGIAN WILAYAH DESA
Wilayah Desa Minggirsari terdiri dari 3 Dusun yaitu :
1. Karang Kendal (Minggirsari I)
2. Mbrintik (Minggirsari II)
3, Ngrempak (Minggirsari III ) ,
          Yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini.
Dalam rangka memaksimalkan fungsi pelayanan terhadap masyarakat di Desa Minggirsari , dari kelima dusun tersebut terbagi menjadi 6 Rukun Warga (RW) dan 15 Rukun Tetangga (RT).
STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH DESA
            Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Minggirsari memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya. Dari kumpulan Rukun Tetangga inilah sebuah Padukuhan (Rukun Warga; RW) terbentuk.
            Sebagai sebuah desa, sudah tentu struktur kepemimpinan Desa Minggirsari tidak bisa lepas dari strukur administratif pemerintahan pada level di atasnya. Hal ini dapat dilihat dalam bagan berikut ini:
Nama Pejabat Pemerintah Desa Minggirsari
No Nama Jabatan
1 EKO HARIADI Kepala Desa
2 Drs. MASKUR HADI Sekretaris Desa
3 M. MUNIB ARISANDY Kepala Seksi Kesejahteraan (IT)
4 ISTIKAROH Kepala Seksi Pemerintahan
5 SITI MASRIKAH Kepala Urusan Keuangan
6 MOHAMAD ISMAIL Kepala Urusan Perencanaan
7 SAMSUNI Kasun I   (Karang Kendal)
8 SUCIPTO Kasun II  (Brintik)
9 SAMUJI Kasun III (Ngrempak)
10 ALI IMRON Staff Kepala Urusan Perencanaan
11 RUDI HARTONO Staff Kepala Seksi Kesejahteraan
12 KATMIATUN Staff Kepala Urusan Keuangan
13 M. ZAKARIYA Staff Kepala Seksi Pemerintahan (IT)
 
Nama Badan Permusyawaratan Desa Minggirsari
NO NAMA JABATAN
1 BUDI SANTOSO KETUA
2 HANIATUL MASULA SEKRETARIS
3 BIBIT BASUKI BENDAHARA
4 SISWANTO ANGGOTA
5 FUAD ANGGOTA
6 MAMIK ANGGOTA
7 AGUNG DWI ANGGOTA
Nama-nama LPMD Desa Minggirsari
NO NAMA JABATAN
1 AGUS SUSILO KETUA
2 KABEANTO SEKRETARIS
3 EDI PURNOMO BENDAHARA
4 EKO SUBROTO ANGGOTA
5 YOYOK BADRIYANTO ANGGOTA
6 JOHAN FAHRONI ANGGOTA
7 ATIK RAHMAWATI ANGGOTA
8 RUMAWAN ANGGOTA
9 ANDI KALA ANGGOTA
10 SAMSURI ANGGOTA
Pengurus Karangtaruna Desa Minggirsari
NO JABATAN NAMA ALAMAT
1 Pembina KEPALA DESA RT.01 RW.04
2 Ketua SAMSURI RT.01 RW.05
3 Sekretaris MOH MUNJIN RT.02 RW.04
4 Bendahara ANDI WIDODO RT.02 RW.01
5 Bidang Pendidikan dan Pelatihan
Ketua MOH.MAKINUDIN RT.03 RW.05
Anggota EVI MUFIDAH RT.02 RW.03
6 Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial
Ketua YOYOK BANDRIYANTO RT.01 RW.03
Anggota KABEANTO RT.02 RW.01
7 Bidang Kelompok dan Usaha Bersama
Ketua DEDIEN ARUS HARTONO RT.03 RW.06
Anggota EDY WICAKSONO RT.01 RW.02
8 Bidang Pengembangan Kerohanian
Ketua ADIB NUR FANANI RT.02 RW.04
Anggota ANHARU SYIFA` RT.03 RW.05
9 Bidang Olahraga
Ketua JEFRYSETIAWAN RT.02 RW.05
Anggota KRISMAWANTO RT.01 RW.01
10 Bidang Lingkungan Hidup
Ketua RISKA HERVIANA RT.01 RW.05
Anggota SHOLIKAH RT.02 RW.05
11 Bidang Hubungan Masyarakat
Ketua WAHYU PRASETYO RT.01 RW.05
Anggota RIZAL RT.02 RW.05
 
Tim Penggerak PKK Desa Minggirsari
NO NAMA JABATAN
1 DEWI NUFITA RACHMAWATI KETUA
2 RENI SUKOWATI SEKRETARIS
3 SITI MARWIYAH BENDAHARA
4 AMIROTUN NIKMAH ANGGOTA
5 ATMI WIYANA ANGGOTA
6 DANIK SUSILOWATI ANGGOTA
7 SITI AISYAH ANGGOTA
8 NURUL HIDAYAH ANGGOTA
9 NUNIK ANGGOTA
10 LINA ANGGRAINI ANGGOTA
RT RW DESA MINGGIRSARI
No DSN RT RW NAMA RT NAMA RW
1 I 001 001 MOH. RIDWAN PANUT PRANATA
2 I 002 001 SETYONO PANUT PRANATA
3 I 003 001 SUGENG IRIANTO PANUT PRANATA
4 I 001 002 SUMARMIN DEDI TRI ANDROKO
5 I 002 002 MULYONO DEDI TRI ANDROKO
6 II 001 003 JUMADIONO FAHRUDI AZHARI
7 II 002 003 ASNGARI FAHRUDI AZHARI
8 II 001 004 MUHAIMIN IMAM MUKARI
9 II 002 004 IMAM SISWANTO IMAM MUKARI
10 III 001 005 PURNOMO DZANURI
11 III 002 005 ZAILUL ARIFIN DZANURI
12 III 003 005 MISNI DZANURI
13 III 004 005 BERO MUSLIHI DZANURI
14 III 001 006 RONI SAHUDI ANJAR FIRMANSYAH
15 III 002 006 FERI ASROI ANJAR FIRMANSYAH
16 III 003 006 AGUS SUPRAPTO ANJAR FIRMANSYAH
Secara umum pelayanan pemerintahan Desa Minggirsari  kepada masyarakat cukup memuaskan dan kelembagaan yang ada berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
admin-boy