Karena itu, Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Minggirsari bersama muslimat, fatayat, lazisnu, dan Pemerintah Desa (Pemdes) Minggirsari meluncurkan program yang berkesinambungan dengan landasan nilai – nilai Akhlakul Karimah.
Arif Ubaidillah ketua NU Ranting Minggirsari, bersama Ana Ketua Muslimat NU hadir dalam kegiatan santunan anak yatim dhuafa serta penyerahan paket imun dan sembako kepada 16 anak yang diberi hak.

Diawali sambutan oleh Ana Ketua Muslimat NU Minggirsari, ia menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk disisihkan kepada yang membutuhkan.
“Biasanya selain acara santunan, sebelum pandemi Muslimat NU Desa Minggirsari juga menggelar pengajian Maratus Sholihah sebagai bentuk rasa syukur serta memperingati tahun baru Islam 1 Muharram,” ujar Ana pada sambutannya.
Ia juga berharap pandemi segera berlalu, sehingga dapat menyelenggarakan beberapa acara sebagai bentuk pemberian edukasi kepada masyarakat dalam bekehidupan di dunia maupun bekal di akhirat.

Sementara Arif Ubaidillah ketua NU Cabang Minggirsari juga menyampaikan terima kasih kepada Banom NU, Fatayat, Lazisnu, IPNU-IPPNU Desa Minggirsari yang sudah bekerja bekerja keras untuk menyelenggarakan acara pemberian santunan.
“Semoga dapat menjadi catatan amal sholihah bagi para donatur hingga penyelenggara acara,” ujar Arif.
Arif juga menuturkan kepada pihak donatur serta yang hadir dalam penyelenggaraan acara barangsiapa orang yang mengusap kepala anak yatim (menyantuni/menyayangi) pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan angkat derajatnya sebanyak rambut anak yatim tersebut yang terusap oleh tangannya.” (Hadits ke 212 dari kitab Tanbih al-Ghafilin).
“Penyelenggaraan acara kepedulian terhadap anak yatim,piatu dan kaum dhuafa ini juga sebagai implementasi dan praktek langsung ajaran NU, yang dilaksanakan setiap bulan awal tahun, muharram, akhir tahun.” ujar Arif.
Dengan menghormati bulan Asyura dengan melaksanakan amalan baik serta mempererat tali silaturahmi, Arif juga memberi pesan kepada mereka yang diberikan haknya jangan berkecil hati karena sejatinya yatim piatu bukan mereka yang tak punya ayah ibu melainkan mereka Yang tidak memiliki ilmu dan tata krama.
Setelah memberikan sambutan, acara dilanjut dengan pemberian santunan secara langsung oleh donatur, pengurus muslimat, fatayat, PKK dan Pemdes Minggirsari.






Author : Sintia QH Sari
#mbangunminggirsarisakingati
#hurubhambangundesa
#membangundesauntukindonesia