Sekolah Sungai Brantas bersama BBWS Brantas Rembug Bareng Paguyuban Watu Bonang Desa Minggirsari

Sekolah sungai adalah program belajar mengenai seluk beluk sungai dengan segala aspeknya, yang berbasis komunitas untuk para pegiat sungai, siswa, pemda dan yang membutuhkan.

Diselenggarakan untuk menjawab kebutuhan para pegiat sungai yang membutuhkan bekal pengetahuan memadai tentang pengelolaan sungai berkelanjutan berbasis komunitas/partisipasi masyarakat.

Tukar pikiran sekaligus kunjungan Sekolah Brantas ke Desa Minggirsari pada Jumat, 24 Agustus 2021 di Balai Desa Minggirsari terkait sosialisasi dan rembug bersama mengenai pentingnya menjaga Sungai.

Dihadiri oleh Paguyuban Watu Bonang, Sekolah Sungai juga menggandeng Ketua PJT (Perusahaan Umum Jasa Tirta) 1 dan Ketua BBWS Brantas (Balai Besar Wilayah Sungai).

Dalam sambutannya Ketua PJT 1 Jarwo mengungkapkan agar seluruh sedulur Minggirsari mengupayakan agar Sungai Brantas tetap bersih dan tidak tercemar.

“Menjadi contoh yang luar biasa karena kini Desa Minggirsari sudah meninggalkan pengerukan pasir di Sungai, haruslah menjadi garda sekaligus pelopor bagi Desa yang lain yang masih mengeksploitasi sungai Brantas,” ungkap Jarwo.

Ia juga mengungkapkan pasalnya kini upaya bersih sungai sudah di luncurkan guna konservasi penghijauan bersama komunitas pembibitan yang nantinya juga akan dikenalkan kepada seluruh masyarakat Desa Minggirsari.

Kepala BBWS Brantas yang di wakili oleh Lucky Dyah Ekorini, ST.MT juga menambahkan eksploitasi sungai dapat dlakukan asal tetap dilakukan sesuai peraturan, penertibam, restorasi atau pemanfaatan sungai brantas dengan baik.

“Boleh untuk mendirikan sejumlah wisata di sungai brantas dimanfaatkan, boleh didirikan bangunan disekitar sungai asal tidak mendirikan bangunan paten,” tukas Lucky.

Kepala Desa Minggirsari Eko Hariadi juga sependapat dengan Lucky, dalam sambutannya Eko Hariadi juga berharap peluncuran ngeli ban sinau bareng dengan Sekolah Sungai Brantas dan BBWS Brantas.

“Harapan saya dengan peluncuran ngeli ban ini menambah motivasi masyarakat bahwa sungai brantas kini dapat bersahabat dengan masyarakat sekitar yang kita sebut dengan sahabat kali brantas dan sambung sinergi positif,” ungkap Eko Hariadi.

Sementara itu, Amik Purdinata Kepala Sekolah Sungai memaparkan selama ini kita semua hanya mendeklarasikan “SAYA ANAK SUNGAI” tanpa turun tangan langsung untuk ikut melestarikan dan menjaga Sungai Brantas.

“Maka penting pemberdayaan sungai Brantas seperti Desa Minggirsari yang sudah meluncurkan Ngeli Ban untuk melaksanakan Pengendalian Daya Air Rusak,” papar Amik.

Pengendalian daya air rusak biasanya dilakukan bersama melalui kegiatan susur sungai, dimana nantinya masyarakat akan menulusuri sungai dan mengetahui bagian sungai mana yang menjadi titik potensi dan bagian mana yang memicu potensi ancaman.

Hal ini juga memperkuat revolusi anak bangsa, dimana bila terdapat titik potensi, maka dapat diluncurkan wisata, dan pemberdayaan kewirausahaan untuk masyarakat yang tinggal di pinggir sungai.

Author : Sintia QH Sari

#mbangunminggirsarisakingati
#hurubhambangundesa
#membangundesauntukindonesia