Usaha Tusuk Sate yang digeluti Emi Susianti warga Desa Minggirsari II, RT 01 RW 04 sejak tahun 2014 mampu meraup untung hingga 2-2,5 juta perminggunya.
Produksi usaha rumahan yang memanfaatkan bambu serta melalui proses dengan mesin yang canggih serta higenis ini mampu mempekerjakan 4 karyawan untuk setiap produksinya.
Berawal dari ikut usaha keluarga, Emi berinovasi mengembangkan dan memperbesar usaha rumahan tusuk satenya ini.

Bermula dari penjualan tusuk sate yang hanya mampu memproduksi 1 kg tusuk sate, kini ia mampu memproduksi hingga 2 sampai 2,5 kwintal tusuk sate per minggunya.
Tak hanya dipasarkan di wilayah Blitar saja, tusuk sate ini sudah mengirimkan produk ke Jogja, Semarang hingga luar Jawa yaitu Bali.
Sementara itu tak hanya produksi tusuk sate, seiring perkembangan zaman dan sesuai permintaan customer, Emi juga mulai memproduksi tusuk sempol, hingga tusuk es drop.
Dibandrol dengan harga :
-Tusuk Sate (panjang 20-22 cm) = 14 ribu/kg
-Tusuk Sempol (panjang 30 cm) = 10 ribu/kg
-Tusuk Es Drop/Cilot = 10 ribu/kg.

“Memposisikan diri sebagai konsumen dan melakukan riset pasar agar dapat menciptakan inovasi sesuai kebutuhan pasar. Serta mengutamakan kualitas saya tidak mau berhenti di situ. Saya kembangkan lagi-lagi produksi tusuk varian yang banyak dibutuhkan konsumen” ujar Emi.
Ia juga berharap usaha tusuk satenya ini terus berkembang dan mampu bekerja sama tak hanya dengan pedagang namun mencapai perusahaan besar.





for order : +62 831-1544-7154 (Emi Susiati)
Author : Sintia QH
Dokumentasi : KIM Sariwarto