Larung sesaji dan doa bersama di Kali Brantas bersama Abdi Masyarakat Desa Minggirsari pada 16 Agustus 2021 oleh Kepala Desa (Kades) Minggirsari Eko Hariadi berlangsung khidmat.
Larung sesaji tersebut berupa takir plontang atau nasi yang dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk perahu ke sungai terpanjang di Provinsi Jawa Timur ini.
Pasalnya kini larung sesaji menjadi wujud bentuk syukur masyarakat Desa Minggirsari kepada Alam Semesta yang telah memberikan anugrah kepada Desa Minggirsari untuk dinikmati generasi turun menurun.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76.
Dengan menggelar tikar di pinggir sungai, ritual larung sesaji tersebut juga dilakukan doa bersama secara bergantian memimpin doa dengan cara yang berbeda beda-beda.
Kades Minggirsari Eko Hariadi mengatakan, ritual larung sesaji tersebut tujuannya tak lain sebagai ikhtiar untuk menolak balak. Dimana saat ini Indonesia khususnya Jawa Timur sedang dilanda bencana non alam yakni virus corona (Covid-19).

Tak hanya tim Abdi Masyarakat, acara ini juga di hadiri Ketua NU Desa Minggirsari Arif Mubaidillah dan Paguyuban Watu Bonang yang telah berupaya dan berperan penting dalam pengembangan wisata alam Kali Brantas.
“Saya harap larung sesaji ini dapat diteruskan secara turun-temurun, karena biasanya larung sesaji hanya dilakukan di pantai maka perlu untuk Kali Brantas diadakan larung sesaji sebagai bentuk rasa syukur,” tutur Eko Hariadi
Setelah acara larung sesaji, seluruh tim abdi masyarakat dan semua pihak yang hadir pada malam itu melanjutkan untuk menyantap takir plontang bersama atau lebih dikenal dengan istilah genduri.



Author : Sintia QH Sari
#mbangunminggirsarisakingati
#hurubhambangundesa
#membangundesauntukindonesia