Tindak Lanjut Bantuan RTLH Desa Minggirsari, Begini Ungkap Tendy

Tindak lanjut dari bantuan swadaya rehabilitasi rumah di Desa Minggirsari mulai disalurkan pada Sabtu, (29/05/21) kemarin pasalnya bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah mereka secara swadaya menjadi layak huni.
Sebanyak 25 kepala keluarga yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) di Desa Minggirsari, mendapat bantuan renovasi Rp 20.000.000,. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 17.500.000, digunakan untuk pembelian bahan bangunan dan Rp 2.500.000, lainnya digunakan untuk upah tukang.
“Jumlah uang dari program bantuan pemerintah yang disalurkan sebesar Rp. 20 juta per unit rumah. Rinciannya, Rp. 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp. 2,5 juta untuk upah tukang,” papar Tendy Puspitasari.
Adapun Tendy menyebutkan RTLH yang dimaksud ini adalah tidak layak secara struktur seperti pondasi,kerangka atap, daun pintu, rangkai dll hingga kelayakan.
“Total penerima bantuan 25 orang ditahun 2021, pelaksanaan sudah mencapai 0%, 30%, hingga 75% sampai tahun 2022,” tambah Tendy.
Persiapan, hingga pelaksanaan dan penyelesaiannya untuk 2021 ini turun pada bulan Desember sehingga planningnya bulan februari 2022 pembangunan mencapai 100%.
Pemberian BSPS berdasarkan readiness kriteria yang diusulkan dari Bupati/Walikota dan Kementerian/Lembaga.
”Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena bantuan program BSPS ini berhasil merehabilitasi rumah warga kami” tutur Kepala Desa Minggirsari Eko Hariadi Kepala Desa Minggirsari.
Eko Hariadi berharap masyarakat yang menerima bantuan program BSPS ini memanfaatkan sejumlah uang yang diberikan dengan sebaik-baiknya.