Peternakan kutut “𝗞𝗮𝘀𝗮 𝗕𝗶𝗿𝗱 𝗙𝗮𝗿𝗺” yang sudah dikenal sejak 2014, dan digagas oleh Kisnandar warga Desa Minggirsari kembali mendulang cuan seharga 6 juta rupiah.
Diera pandemi yang kini sulit mengadakan event hingga perlombaan, tidak mengurangi semangat Kisnandar untuk mengirimkan perkutut hingga luar kota.
Tak hanya dilingkup Jawa Timur, Kusnandar juga melejitkan usahanya hingga Jakarta, Semarang dan Yogyakarta.
Berbekal hobi sejak tahun 1996, ia mulai mendalami dunia peternakan kutut hingga pernah mencapai omset 80 juta untuk harga 1 kutut.

“Ya saya ini adalah peternak kutut yang diperlombakan suaranya, kalau biasanya disebut Kutut Bangkok,” ujar Kisnandar.
Ia juga menambahkan pernah menjuarai lomba kutut tingkat Nasional di Bandung.
Bahkan ia juga sering mengikuti beberapa event dan perlombaan tingkat Nasional dengan penjualan 2-3 kutut yang sudah diseleksi.
Sedangkan tingkat regional ia mampu menjual hingga 5-7 kutut.
Tak hanya perlombaan dan event, Kisnandar juga memaparkan bahwa ia kini mulai memasarkan kutut nya melalui media online facebook.
“Untuk pakan, saya lebih nyetock sejauh ini, biasanya pakai millet 1 sak itu cukup kurang lebih untuk 100 kutut,” ungkap Kisnandar saat di jumpai dirumahnya pada Kamis, 12/08/21.
Dengan memberanikan diri untuk beternak kutut, kini ia memiliki kandang 12, perkandang bisa ditempati hingga 7-10 kutut.
Menurutnya, indukan kutut untuk usia 5 bulan bisa terjual dengan harga 6 juta, tergantung jenis kicauan.
“Ada yang 2,5 hingga 3 juta untuk anakan perkutut,” tambahnya.
Order : 0813 9094 6869
Author : Sintia Qona’ah Hapsari